Pesisir Barat, LensaPersitiwaNews.com – Pelaksanaan proyek pengaspalan jalan yang berada di Pekon Walur, Kecamatan Krui Selatan, Pesisir Barat, yang baru saja selesai dikerjakan diduga dikerjakan asal jadi dan asal-asalan.
Menurut pantauan awak media ini dilapangan pekerjaan tersebut disamping tidak adanya papan informasi, aspalnya digelar sangat tipis dan kualitas aspalnya juga kurang bagus, karena diduga tidak sesuai dengan spesifikasi tehknis dan RAB, saat di kerok pakai tangan aspalnya bisa hancur, dikawatirkan dengan mutu kualitas yang kurang sempurna hasil dari pekerjaan ini akan cepat rusak
Menurut warga setempat saat di komfirmasi tim media ini dilokasi mengatakan, pekerjaan pengaspalan ini dikerjakan orang yang tidak tau asalnya, apakah anggaran pekerjaan itu didanai milik perorangan atau dari Permerintah menggunakan uang rakyat tidak jelas legal pekerjaan itu.
“Kalau pekerjaan ini berasal dari Pemerintah Kabupaten Setempat dengan kondisi pekerjaan seperti begini pasti ada permainan dan persekongkolan untuk meraup untung yang besar,” ujar warga.
Sementara itu saat tim media ini menyambangi kediaman Peratin Pekon Walur, Jumat (23/12/2022) Yoyon Yufriza mengatkan, pekerjaan kegiatan pengaspalan jalan SDN 73 Pekon Walur ini merupakan anggaran dari APBD Provinsi tahun 2022 dan Jalan untuk yang belokasi di Vila Walur Saya tidak tahu.
“ Pengaspalan jalan SDN 73 menurut informasi yang saya ketahui berasal dari anggaran APBD Provinsi dan yang di Vila Walur saya tidak tahu , silakan tanyakan langsung ke Dinas PUPR Provinsi atau datangi Langsung ke Kantor Gubernur, Jangan melalui telpon,” ujar Peratin Pekon Walur dengan jawaban yang kurang bersahabat.

Anehnya lagi terkait papan plang proyek Yoyon Yufriza, menuturkan,” setelah selesai di kerjakan tiga hari yang lalu, papan plang nya sudah di bawa pihak pemborong,” tambah Peratin Lagi.
Sementara itu saat tim media menyambangi rumah Kediaman Ketua Apdesi Kecamatan Krui Selatan untuk mencari informasi lanjutan, terkait pengerjaan pengaspalan Jalan SDN 73 Krui dan Jalan Vila Pekon Walur, Sabtu (26/12/2022), Ketua Apdesi Kecamatan Krui Selatan menyampaikan, “Iya nanti saya sampaikan kepada Peratin setempat, nanti dua – tiga hari kedepan saya kasih Jawabannya, ” ujarnya.
Namun sampai dengan berita ini di terbitkan belum ada jawaban Ketua Apdesi Apdesi Kecamatan Krui Selatan.
Dari hasil investigasi tim media diduga ada indikasi aroma korupsi dalam pengerjaan proyek tersebut dan diduga Peratin Pekon Walur menutupi kebenaran informasi dari proyek tersebut, untuk meraup keuntungan besar untuk memperkaya diri sendiri dan kelompok tertentu.
Dengan tidak terpasangnya papan proyek, jelas-jelas diduga sudah menyalahi aturan, dimana sudah dijelaskan dalam Undang-Undang RI nomor 14 tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, dan Jelas-jelas diduga sudah menutup – nutupi informasi kepada masyarakat karena pekerjaan ini diduga asal jadi dan asal-asalan.
Untuk mencari kebenaran informasi pekerjaan ini tim media akan melakukan konfirmasi ke Dinas terkait sembari menunggu tanggapan pihak Peratin Pekon setempat. (Ed)


