Mandailing Natal, LensaPeristiwaNews.id — Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution meminta manajemen dan seluruh tenaga medis RSUD Panyabungan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Di sisi lain, Atika juga mengingatkan masyarakat yang datang menjenguk pasien agar mematuhi aturan kunjungan yang telah ditetapkan rumah sakit.
Hal tersebut disampaikan Atika saat menghadiri peringatan satu tahun RSUD Panyabungan setelah berpindah gedung dari Kelurahan Kayujati ke Kompleks Perkantoran Payaloting, Desa Parbangunan, Rabu (19/8/2026).
Menurut Atika, peningkatan pelayanan harus menjadi perhatian bersama agar RSUD Panyabungan semakin dipercaya masyarakat dan mampu memberikan pelayanan kesehatan secara optimal.
“Rumah sakit harus semakin maju, semakin bagus. Semakin banyak orang datang berobat, dan pulang dalam keadaan sembuh. Itu harapan kita semua,” ujar Atika.
Pengunjung Diminta Patuhi Aturan
Dalam kesempatan tersebut, Atika turut menyoroti masih rendahnya kepatuhan sebagian pengunjung terhadap ketentuan jam dan jumlah penjenguk pasien.
Menurutnya, banyaknya pengunjung dalam satu waktu dapat menyebabkan ruang perawatan menjadi terlalu padat dan berpotensi mengganggu kenyamanan pasien maupun proses pelayanan medis.
Karena itu, ia meminta masyarakat mematuhi pembatasan jumlah penjenguk, yakni maksimal dua orang untuk setiap pasien.
“Ini demi kenyamanan pasien, keluarga, dan kelancaran pelayanan di rumah sakit,” kata Atika.
Ia berharap aturan tersebut tidak dipandang sebagai pembatasan semata, melainkan bagian dari upaya menciptakan lingkungan rumah sakit yang lebih tertib, nyaman, dan mendukung proses pemulihan pasien.
Direktur RSUD Panyabungan, dr. Evi Desvita, dalam kesempatan tersebut memaparkan perkembangan pelayanan rumah sakit selama satu tahun setelah menempati gedung baru.
Salah satu indikatornya terlihat dari tingkat okupansi tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) yang mencapai 83,99 persen dalam enam bulan terakhir.
Selain peningkatan pelayanan secara umum, RSUD Panyabungan juga terus memperkuat sejumlah layanan spesialistik dan fasilitas penunjang.
Beberapa pengembangan yang telah dilakukan maupun sedang dipersiapkan antara lain:
- CT Scan 64 Slice telah dioperasikan untuk mempercepat proses diagnosis pasien.
- Layanan kanker, dengan mammografi yang sudah beroperasi dan pembangunan gedung kemoterapi yang ditargetkan selesai tahun ini.
- Layanan jantung Cathlab, dengan perangkat yang telah tersedia dan saat ini dalam proses kredensialing BPJS serta pengadaan FFR, BMHP, dan stent.
- Hemodialisa, dengan peningkatan kapasitas dari enam menjadi 12 mesin.
- Layanan stroke, melalui pengiriman dokter spesialis untuk mengikuti fellowship trombolisis serta pelatihan perawat di RS Pusat Otak Nasional Palembang pada September mendatang.
- PONEK, melalui peningkatan kompetensi tenaga medis dalam penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.
- Endoskopi, dengan perangkat yang telah tersedia dan sedang menjalani tahap uji fungsi menuju proses kredensialing BPJS JKN.
- Layanan mata, yang saat ini didukung dua dokter spesialis mata aktif dan direncanakan kembali membuka layanan operasi mata.
Dr. Evi menegaskan bahwa manajemen RSUD Panyabungan bersama seluruh unsur terkait terus berkomitmen mengembangkan rumah sakit tersebut sebagai fasilitas rujukan bagi masyarakat Madina dan wilayah sekitarnya.
“Kami berkomitmen menjadikan RSUD Panyabungan sebagai rumah sakit rujukan yang lengkap dan terpercaya bagi masyarakat Madina dan sekitarnya,” ujar dr. Evi.
Peringatan satu tahun pasca-perpindahan gedung tersebut kemudian ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan oleh Wakil Bupati Atika kepada para pemenang berbagai perlombaan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus memperingati satu tahun RSUD Panyabungan menempati gedung baru. (RG)


