Pesisir Barat, LensaPeristiwaNews.id – Rasa kantuk yang datang hanya beberapa detik dapat berujung fatal. Dugaan microsleep menjadi salah satu faktor dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) KM 238, Pekon Padang Halu, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 05.45 WIB.
Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah kendaraan R6 Truck Towing Mitsubishi warna kuning bernomor polisi BE 8422 UQ yang dikemudikan Fian Alif Romadon dan kendaraan R4 Daihatsu Grand Max warna silver dengan nomor polisi B 1407 KMJ yang dikemudikan Noval Didi Ramadhan.
Berdasarkan keterangan saksi dan penanganan awal di lokasi, kecelakaan bermula ketika Truck Towing Mitsubishi melaju dari arah Krui menuju Bandar Lampung.
Saat melintas di lokasi kejadian, dari arah berlawanan datang Daihatsu Grand Max. Kendaraan tersebut diduga masuk ke jalur kanan setelah pengemudinya mengalami microsleep atau tertidur sesaat ketika mengemudi.
Akibatnya, kedua kendaraan yang melaju dari arah berlawanan tersebut tidak dapat menghindari benturan. Grand Max diduga menabrak bagian kanan Truck Towing Mitsubishi.
Benturan cukup keras menyebabkan salah satu kendaraan mengalami kerusakan berat.
Dalam kecelakaan tersebut, pengemudi Truck Towing Mitsubishi bersama seorang penumpangnya mengalami luka ringan. Sementara pengemudi Daihatsu Grand Max dan tiga orang penumpangnya juga mengalami luka ringan.
Seluruh korban kemudian mendapatkan penanganan medis di puskesmas terdekat.
Mewakili Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Haivan Simbolon, S.E., S.I.K., M.H., Kasat Lantas IPTU M. Anis, S.H., mengatakan personel langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan mengenai kecelakaan tersebut.
Petugas melakukan sejumlah langkah, mulai dari mengamankan lokasi kejadian, mengatur arus lalu lintas, memeriksa kendaraan yang terlibat, hingga meminta keterangan dari para pengemudi dan saksi.
“Setelah menerima informasi, kami langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan, mengamankan lokasi, mengatur arus lalu lintas, serta melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan meminta keterangan dari para pengemudi maupun saksi,” ujar Anis.
Selain melakukan pendataan terhadap korban, petugas juga mengamankan kendaraan yang terlibat untuk kepentingan proses penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi para pengendara bahwa kondisi tubuh sangat menentukan keselamatan selama perjalanan.
Kepolisian mengimbau pengemudi memastikan kondisi fisik benar-benar prima sebelum memulai perjalanan, khususnya bagi mereka yang harus menempuh perjalanan jauh atau berkendara pada dini hari.
Pengemudi yang mulai merasa lelah maupun mengantuk diminta tidak memaksakan diri. Berhenti di lokasi yang aman dan beristirahat menjadi pilihan yang jauh lebih baik daripada mempertaruhkan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.
“Microsleep dapat terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan pengemudi kehilangan konsentrasi serta kendali kendaraan. Oleh karena itu, pengemudi diharapkan selalu mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tutup Anis.
Kecelakaan di Jalinbar tersebut kembali mengingatkan bahwa kehilangan konsentrasi dalam hitungan detik saja dapat mengubah perjalanan menjadi musibah. Keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama setiap kali berada di jalan raya. (Chan)


