Madina, Sumut, LensaPeristiwaNews.id – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution bersama Wakil Bupati Atika Azmi Utammi menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba akronim SAHATA dalam sebuah seremoni sederhana namun bermakna di ruang kerja bupati, Kompleks Perkantoran Payaloting, Panyabungan. Jumat, 2 Mei 2025.
Dalam sambutannya, Bupati Saipullah mengungkapkan bahwa gagasan SAHATA awalnya merupakan singkatan dari pasangan calon “Saipullah-Atika”. Namun seiring waktu, akronim ini berkembang menjadi simbol perjuangan dan harapan yang mencerminkan semangat pelayanan prima di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madina.
“Kami ingin agar SAHATA menjadi bagian dari budaya organisasi yang menggambarkan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Akronim ini bukan sekadar nama pasangan, tapi cermin nilai dan semangat baru,” ujar Bupati.
Lomba akronim SAHATA diselenggarakan sebagai upaya untuk menjaring makna-makna kreatif dari masyarakat yang relevan dengan visi pemerintahan daerah. Meski begitu, Bupati menekankan bahwa akronim pemenang tidak serta-merta dijadikan acuan utama, karena akan dipertimbangkan lebih lanjut dalam diskusi internal.

Sebelumnya, panitia lomba yang diwakili oleh Darmayanto Siregar menjelaskan bahwa kegiatan ini berlangsung dari 18 hingga 27 April 2025 dan berhasil menarik 60 peserta. Namun, hanya 28 karya yang dinyatakan layak untuk dilombakan, sementara 32 lainnya gugur karena persoalan orisinalitas dan kelengkapan administrasi.
Pengumuman pemenang dilakukan pada 1 Mei dan hadiah diserahkan pada 2 Mei. Lomba ini didukung penuh oleh Pemkab Madina dan Bank Sumut sebagai sponsor utama.
Ketua SAHATA Centre, Ali Mutiara, menyebutkan bahwa sayembara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah kreatif untuk menggali potensi masyarakat dan memperkaya identitas lokal Mandailing Natal melalui kekuatan bahasa.
“Antusiasme peserta luar biasa. Setelah proses seleksi dan penilaian yang ketat, akhirnya terpilih enam finalis terbaik, yakni Juara 1 hingga 3 serta Harapan 1, 2, dan 3. Ini bukti bahwa semangat inovasi dan kecintaan terhadap daerah masih sangat hidup,” ungkap Ali.
Lebih lanjut, Ali mengungkapkan bahwa ke depan SAHATA Centre berencana menggelar berbagai lomba kreatif lainnya, termasuk karya ilmiah, sebagai kelanjutan dari semangat kolaboratif yang telah dibangun. (RG)


